Blame it on the rain

29 Oct 2010

Hujan hari senin lalu 25 oktober 2010 memang membuat banyak orang mengalami kerugian dan juga trauma berada di jalan raya,karena macetnya ampuuuuuunnn,dan tidak hanya itu ternyata juga membuat saya mengalami kerugian,karena mobil yang di gunakan untuk menjemput anak tergenang air di daerah kemang jakarta,alhasil mogok,dn perlu di derek.

Apalagi anak saya terpaksa kehujanan dan terjebak di kemacetan selama 4 jam,padahal waktu biasa yang di tempuhnya dari rumah ke sekolah paling lama 20 menit,namun karena macet total dan banjir semuanya jadi lumpuh total..Kalau sudah begini apalagi yang harus kita lakukan sekarang? semuanya serba tidak terprediksi,dari jam macet yang sudah sama saja dengan jam biasa,dan juga masalah cuaca.

Kalo seperti ini terus saya rasa semua orang akan menjadi pemalas,seperti saya contohnya,rasanya kalo gak penting=penting banget malas keluar rumah dan rasanya ingin sekali pindah ke tempat sepi dan terpencil dimana tidak ada satu kendaraan pun lalu lalang,ke kutub utara atau selatan juga tidak apa,asal saya tidak berurusan dengan macet dan melihat ruwetnya jalan raya.

Kebiasaan yang saya lakukan jika macet total adalah jalan kaki,sering saya melakukan hal itu,buka pintu dan jalan ke tempat yang kita tuju,tapi jika keadaan hujan deras gak mungkin juga di lakukan,nah kalo seperti ini siapa yang harus kita salahkan? hujan kah? yeah seperti lagu mili vanili yang ketika kecil saya sering dengar,lagu tentang rasa penyesalan dan mengkambing hitamkan hujan..gotta blame it on something..U can blame it on the rain,cos the rain dont mind,and the rain dont care..i cant stand,cant stand the rain..im walking..im walking..blame it on the rain that keeps falling..Akhirnya hujan yang kita salahkan,karena hujan tidak bisa bicara,hujan tidak peduli..Haruskah kita salahkan hujan?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive